Advansia Pecahkan Rekor MURI, Penyemprotan Serentak 155 Titik

 

Museum Rekor Indonesia (MURI) 

PT. Advansia Indotani menggelar penyemprotan Insektisida serentak di 155 titik lokasi yang melibatkan 5.500 petani di seluruh Indonesia. Museum Rekor Indonesia (MURI) mencatat kegiatan ini sebagai penyemprotan insektisida secara serentak di lokasi terbanyak.

Kegiatan ini merupakan rangkaian acara ulang tahun PT. Advansia Indotani yang ke-10 sebagai bentuk kepedulian Advansia membeeri solusi masalah hama Fall Army Worm (FAW) alias ulat grayak jatuh yang dialami petani jagung.

Penerapan protokol kesehatan mencegah Covid 19, diterapkan secara ketat diseluruh tempat acara yang dimulai serentak pada pukul 08 WIB – 09 WITA oleh panitia dengan membagikan masker ke semua peserta.

Lam Chin Hee, Direktur PT. Advansia Indotani menyampaikan, kegiatan penyemprotan di 155 titik lokasi yang melibatkan 5.500 petani ini menggunakan insektisida Abenz 22 EC dan Amuron 70 EC.

“Acara ini merupakan satu kegiatan yang luar biasa ditengah situasi pandemi dan bisa kita teruskan sebagai solusi untuk masalah ulat grayak jatuh bagi petani di Indonesia khususnya petani Jagung,” katanya.

Business Manager PT. Advansia Indotani, Ir Ali Syarief, MBA berharap, rekor ini akan menambah semangat pihaknya untuk terus mengabdi, khususnya pada bidang pertanian. “Semoga ini juga menjadi motivasi sejumlah pihak agar terus mendorong pengembangan pertanian di Indonesia,” katanya.

Pada  titik penyemprotan 077 di kota Bima dihadiri langsung H. Sulistiyanto, S.Pt, Kepala Dinas Pertanian Kota Bima. “Kami mengucapkan selamat ulang tahun untuk PT. Advansia Indotani yang ke-10, semoga semakin jaya dan lebih unggul untuk petani Indonesia yang lebih maju,” katanya memberikan apresiasi.

Acara ini juga turut disaksikan secara virtual oleh Sekjen Masyarakat Agribisnis dan Agroindustri Indonesa (MAI), Maxdeyul Sola. “Saya mengucapkan selamat ulang tahun PT. Advansia Indotani yang ke 10 semoga kegiatan ini berjalan lancar dan dapat bermanfaat buat petani jagung di Indonesia,” tuturnya.

Product Manager Jagung PT Advansia Indotani Ivan Febriana menambahkan, ada dua produk insektisida yang diaplikasikan pada penyemprotan kali ini yaitu Abenz 22 EC dan Amuron 70 EC. Produk Abenz 22 EC  memiliki kandungan bahan aktif Emamektin Benzoat 22 g/liter  yang bersifat racun kontak dan lambung serta efektif mengendalikan ulat grayak.

Sedangkan Amuron 70 EC selain memiliki bahan aktif Emamektin Benzoat 20 g/liter juga memiliki tambahan bahan aktif Hexaflumuron 50 g/liter. Dengan demikian, sangat efektif mengendalikan hama ulat, mulai dari telur hingga menjadi ulat dewasa, termasuk yang bersembunyi di balik daun.

Kedua produk ini  telah direkomendasikan Kementerian Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian nomor 382/KPTS/SR.330/M/6/2020.

 

Sumber : tabloidsinartani.com