• indo@advansia.com
  • 021 505 602 60

Karnaval Advansia Brebes: Hadapi Tantangan Petani Bawang Merah

Karnaval Advansia Brebes Hadapi Tantangan Petani Bawang Merah

BREBES, JAWA TENGAH – Sebagai jantung penghasil bawang merah terbesar di Indonesia, Kabupaten Brebes selalu memiliki dinamika dan tantangannya tersendiri. Bagi para petani di pesisir utara ini, bertani bawang merah bukan sekadar mata pencaharian, melainkan warisan dan kebanggaan yang harus terus dijaga produktivitasnya.

Karnaval Advansia Brebes - demplot

Untuk terus mendukung langkah para petani bawang merah lokal, PT Advansia Indotani menggelar perjumpaan dengan para petani yang sarat akan edukasi dan semangat kekeluargaan di Desa Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Acara ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan untuk hadir langsung, mendengarkan, dan memberikan solusi atas tantangan di lahan pertanaman bawang merah.

Sinergi Lintas Sektor, Dihadiri 535 Petani Tegalglagah

Antusiasme yang luar biasa memancar dari wajah 535 petani yang memadati lokasi acara. Angka kehadiran yang masif ini menjadi simbol besarnya harapan dan kepercayaan petani Brebes terhadap inovasi teknologi pertanian yang tepat guna.

Karnaval Advansia Brebes - Petani Foto Bersama

Pertemuan ini menjadi momentum sinergi yang sangat kuat karena mempertemukan para petani langsung dengan para pengambil kebijakan dan manajemen perusahaan. Dari jajaran manajemen Advansia, hadir langsung Bapak Suhendi selaku National Sales Manager, Ibu Sela sebagai Product Manager, serta Bapak Andono, Regional Sales Manager (RSM) wilayah Jawa Tengah.

Lebih istimewa lagi, acara ini mendapat dukungan dan apresiasi penuh dari pemerintah setempat dengan hadirnya Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes serta Sekretaris Desa (Sekdes) Tegalglagah. Kehadiran mereka menegaskan pesan penting: kemajuan pertanian Brebes hanya bisa dicapai melalui kolaborasi erat antara petani, pemerintah, dan perusahaan penyedia teknologi pertanian.

Kawal Bawang Merah Brebes dengan Solusi Paripurna

Karnaval Advansia Brebes - AICS

Dalam sesi edukasi yang dikemas secara interaktif dan dua arah, tim Advansia membedah berbagai kendala yang sering ditemui di lahan bawang merah Brebes, mulai dari serangan hama, gulma, cuaca ekstrem, hingga kondisi tanah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Advansia menghadirkan lima "senjata" andalan yang dirancang khusus untuk mengawal tanaman dari awal tanam hingga panen raya:

  • Akuzole: Fungisida tangguh yang menjadi tameng utama untuk menjaga daun bawang merah tetap bersih, hijau, dan terhindar dari penyakit jamur yang sering menyerang di kondisi cuaca tak menentu.
  • Symphony 100 EC: Insektisida racun kontak dan lambung yang andal untuk menuntaskan keresahan petani terhadap serangan ulat. Hama perusak daun seperti ulat grayak, ulat krop, hingga ulat gantung pada tanaman bawang merah dapat dibasmi dengan tuntas dan cepat.
  • ALITA 150 EC: Herbisida sistemik purna tumbuh yang bersifat selektif dan cerdas. Produk ini menjadi solusi praktis untuk membasmi gulma berdaun sempit (seperti rumput teki dan belulang) yang mencuri nutrisi di lahan, tanpa perlu khawatir merusak atau menghambat pertumbuhan tanaman utama bawang merah.
  • ATHOS 240 SC : Solusi perlindungan ekstra untuk melumpuhkan hama bandel yang kerap meresahkan dan mengancam produktivitas bawang merah.
  • Axtra Roots: Lini biostimulan cair yang menjadi kunci penting untuk memperbaiki kualitas tanaman dari dasar. Axtra Roots bekerja aktif mengoptimalkan pertumbuhan dengan menstimulasi perakaran yang kuat dan sehat, sehingga tanaman bawang merah dapat menyerap nutrisi dari dalam tanah dengan maksimal untuk menghasilkan umbi yang besar dan berbobot.

Gelak Tawa di Ajang Lomba "Mrotol" Bawang Merah

Di luar pemaparan teknis, suasana kekeluargaan dan kegembiraan memuncak saat digelarnya Lomba Mrotol Bawang Merah. Tradisi pascapanen, di mana para petani memisahkan umbi bawang dari daun keringnya, disulap menjadi ajang adu ketangkasan yang seru dan penuh gelak tawa.